Membedah Makna Radikal

CSL-Erdy Nasrul, 06-07-2021

CIOS SPECIAL LECTURE

“MEMBEDAH MAKNA RADIKAL”

Pada hari Senin, 07 Juni 2021 bertempat di aula CIOS UNIDA Gontor telah diadakan CIOS Special Lecture. Acara ini diisi oleh Al-Ustadz Erdy Nasrul selaku pemateri dengan tema “Membedah Makna Radikal”, dan Al-Ustadz Ahmad Rizqi Fadlilah, S.H bertugas sebagai moderator acara. Sebelum penyampaian materi, Direktur CIOS Al-Ustadz Harda Armayanto, M.A., Ph.D menyampaikan kata sambutan acara dengan hasil acara sebagai berikut:

Acara 1. Kata Sambutan

1. Para pemikir merupakan para penggerak peradaban.

2. Ustadz Hamid Fahmy Zarkasyi selalu berpesan bahwasanya jangan pernah menjadi liberal, karena liberal yang dibawa oleh Barat merupakan perusak peradaban, terutama peradaban Islam

Acara 2. Isi Materi

1. Tema tentang radikal merupakan isu yang selalu hangat dibahas baik di media mainstream maupun media anti mainstream.

2. Harta karun peradaban merupakan value.

3. Permasalahan ini (kata radikal) berangkat dari pergolakan politik yang terjadi terutama ketika terjadi pergantian mentri yaitu mentri agama yang dulunya adalah Lukmanul Hakim digantikan oleh Fahrul Razi, yang mana Fahkrul Razi bertugas untuk mencegah radikalisme di Indonesia 

4. Radikal berasal dari kata Radica atau Radix yang artinya akar.

5. Kejadian-kejadian yang mengawali digunakannya kata radikal diantaranya adalah kejadian Revolusi Prancis, gerakan bangsawan melawan di Inggris dan perlawanan ras di Amerika Serikat.

6. Pada zaman dahulu kata radikal mempunyai konotasi yang bagus atau positif karena mengacu kepada orang-orang yang melakukan tindakan yang keji, melakukan ancaman, kekerasan, pembunuhan dan pembantaian, dan segala hal yang berbahaya seperti para komunis. Sedangkan pada zaman sekarang ini kata radikal mengacu kepada orang Islam, terutama Ketika lagi gencar-gencarnya ISIS

7. Orang yang memulai memberikan sebutan radikal kepada Islam adalah senator Amerika Serikat yaitu Henry Martin Scoop (1912-1983)

8. Ketika makna radikal ini sudah mulai diselewengkan maka mulailah terjadi islamophobia dan terjadilah perang melawan Islam


Acara 3. Sesi Tanya  Jawab

1. Pertanyaan pertama ditanyakan oleh peserta yang mengikuti acara melalui zoom (online), didalam pertanyaan tersebut penanya menanyakan tentang siapakah yang memiliki kepentingan didalam stigma radikal yang diberikan kepada Islam

2. Pertanyaan keduan dilontarkan oleh peserta offline yaitu Hanif Maulana Rahman mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam.

3. Pertanyaan ketiga ditanyakan oleh peserta offline juga, yaitu Agus Syahrul Wadi mahasiswa Studi Agama Agama. Ia mempertanyakan kontribusi ulama terhadap penolakan makna radikal yang dilekatkan kepada orang-orang Islam

4. Dan pertanyaan keempat berkaitan tentang pertahanan suatu negara terutama negara adi daya ketika kata-kata radikal sudah tidak laku lagi untuk digunakan


CIOS UNIDA Gontor