Hamid’s Corner

Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil

BIO

  Prof. Dr. K. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. (lahir di Gontor, Mlarak, Ponorogo, Jawa Timur, 13 September 1958; umur 62 tahun) adalah ulama, akademisi, peneliti, dosen, dan cendekiawan muslim Indonesia. Sebagai peneliti, ia menjadi pendiri dan Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS).[1] Sebagai pengajar, ia menjabat Rektor dan Guru Besar Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.[2][3] Ia adalah putra kesembilan dari K.H. Imam Zarkasyi, salah seorang pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo.

Rektor Universitas Darussalam Gontor, Pembina CIOS UNIDA Gontor dan dosen Filsafat Islam, Pemikiran Islam Kontemporer Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Ia memperoleh gelar doktor di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) Malaysia pada 2006. Disertasinya berjudul Al-Ghazali’s Concept of Causality: with Reference to His Interpretations of Reality and Knowledge, adalah atas saran dan pilihan – sekaligus di bawah bimbingan – Tan Sri Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas.

  Sebelumnya, pada 1998 Hamid memperoleh Master of Philosophy (M.Phil) di University of Birmigham, Inggris. Di universitas ini ia menulis tesis berjudul Ibn Taymiyyah’s Critique of Philosophy, di bawah bimbingan Prof. Dr. David Thomas, dan diuji oleh penguji eksternal Prof. Dr. Ian Netton.

  Hamid juga tercatat menekuni bidang pendidikan yaitu ketika menempuh program master di Institue of Education and Research (IER) di University of the Punjab, Pakistan. Gelar Master of Art in Education (M.A.Ed) diperolehnya pada 1988 setelah menyelesaikan tesis berjudul Educational Thought of al-Ghazali.

  Kecenderungannya mengkaji pemikiran ulama klasik terbawa oleh tradisi keilmuan yang kental di ISTAC. Di institusi ini, pemikiran ulama klasik dikaji dalam konteks kekinian; pemikiran Barat modern dan postmodern pun menjadi kajian penting di ISTAC. Strategi ini ternyata sangat efektif untuk mengembangkan pemikiran Islam sekaligus merespons tantangan pemikiran kontemporer. Inalah yang mengilhami alumni ISTAC untuk mendirikan Institue for the Study of Islamic Thought and Cibilization (INSITS), di Jakarta.

  Untuk merespons tantangan pemikiran kontemporer, Hamid juga menulis beberapa buku pemikiran dengan Bahasa popular. Di antaranya adalah (1) Misykat: Refleksi tentang Islam, Westernisasi, dan Liberalisasi; (2) Liberalisasi Pemikiran Islam: Gerakan Bersama Missionaris, Orientalis dan Kolonialis.

  Perhatian utamanya adalah membangun pemikiran Islam yang berbasis worldview Islam. Hal ini bisa dilihat dari beberapa makalah-makalahnya yang telah terbit di berbagai jurnal atau disampaikan di berbagai jurnal atau disampaikan di berbagai seminar. Di antanya adalah (1) Ibn Sina on Wajib al-Wujud; (2) Ibn Taymiyyah Critique of Metaphysics; (3) Knowledge and Knowing in Islam (Comparative Study of Badiuzzaman Nursi and SMN al-Attas); (4) Ibn Sina’s Islamization of Aristotle Philosophy; (5) Framework Kajian Filsafat Islam; (6) Worldview Asas Islamisai Ilmu Pengetahuan Kontemporer; (7) Hubungan Akal dan Wahyu Menurut Ibn Taymiyyah dan Ibn Rusyd; (8) Inculcation of Values in Technology; (9) Transcendental Unity of Apperception In Kant’s Theory of Knowledge; (10) Aristotle’s Natural Theology; dan lain sebagainya.

QUOTES

Orang beriman pasti lemah lembut terhadap keluarganya.

Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.

VIDEOS

CIOS (Centre for Islamic and Occidental Studies)

University of Darussalam (UNIDA) Gontor

Dusun I, Demangan, Kec. Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63471

Office

© Copyright CIOS 2021 | Made With ❤

CIOS UNIDA Gontor