Pengalaman Puncak Abraham Maslow

Rp 10.000,00

Judul: Pengalaman Puncak Abraham Maslow
Penulis: Erdy Nasrul
Penerbit: Centre Of Islamic and Occidental Studies (CIOS)
Ukuran: 12×18 cm
Jenis Cover: Soft Cover
Tebal: xx+119 hlm.
ISBN: 978-979-16650-8-7
Pengalaman puncak Maslow sudah tentu berimplikasi kepada ketenangan jiwa manusia, namun hanya berdasarkan kemanusiaan belaka. Berbeda dengan itu, pengalaman sufi jelas lebih asasi lagi. Demikian juga, soal makna hidup yang dalam pengalaman puncak Maslow banyak didasarkan pada wujud empiris semata. Sehingga dalam aktualisasi diri, sesorang mengandalkan pada pengalaman emoirisnya yang tidak terkait dengan “eksistensi” Tuhan yang pada akhirnya hanya menghasilkan kekosongan.
Kajian ini tampaknya cukup berhasil meletakkan posisi psikologi humanistik dalam peta perkembangan ilmu psikologi. Abraham Maslow, sudah tentu seorang ilmuan psikologi biasa yang memiliki concern untuk menyibak tabir misteri manusia. Artinya, ia bukanlah “pengawal” ajaran mistisme yang telah mengalami satu bentuk ekstase tertentu. Namun demikian, serat-serat lembut psikologi humanistik dan serat-serat lembut ajaran mistisme tampak saling anyam. Maka upaya memetakan, mempertemukan, dan membandingakan kedua wilayah ini merupakan terobosan baru. Karena memang tidak selamanya, tesis dan penjelasan psikologi itu teralami, dan tak selamanya pula pengalaman-pengalaman, apalagi pengalaman mistis dan sufistik tampaknya sangat ditunggu-tunggu, dan Erdy Nasrul sudah mulai memasuki upaya ini.

CIOS UNIDA Gontor